Kota Solo – Piloting Kelas Digital Setelah Kota Semarang

Pembelajaran Online menggunakan Edmodo
February 11, 2016
Pendampingan Sekolah Piloting Semarang Digital Class 2016
February 12, 2016

Kota Solo – Piloting Kelas Digital Setelah Kota Semarang

Kota Solo ditarget bisa menjadi salah satu penggerak pengembangan kelas digital, khususnya di Soloraya. Program tersebut diawali dengan penyelenggaraan pelatihan kelas digital untuk guru-guru oleh Seamolec.

Menurut Direktur Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Centre (Seamolec), Abi Sujak, saat ini kelas digital sudah mulai dikembangkan di berbagai sekolah dari berbagai jenjang di 16 provinsi di Indonesia. Dia menjelaskan pengembangan kelas digital diinisiasi Seamolec bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Seamolec yang merupakan organisasinya menteri-menteri budaya se-Asia Tenggara ini memiliki tanggung jawab dalam hal pengembangkan ICT (Information Communication Technology) di indonesia, dalam rangka membangun budaya ICT,” ujar Abi ketika ditemui wartawan seusai memberikan materi dalam Pelatihan Digital Class yang diadakan di SMA Negeri (SMAN) 6 Solo, Rabu (10/2/2016).

Pelatihan kelas digital akan dilangsungkan hingga Jumat (12/2/2016), dengan tujuan memberikan pembekalan kepada guru-guru, di antaranya pembuatan buku digital untuk mendukung pembelajaran di sekolah. Guru-guru itu akan dilatih menjadi komunitas pembelajar, sehingga mereka bisa mengeksplorasi ke sumber-sumber belajar baik secara nasional, regional, maupun internasional, secara sistematis. Diharapkan, guru-guru bisa mewujudkan suasana yang menyenangkan, aktif, serta bisa mewujudkan prinsip-prinsip mastery learning, yaitu prinsip belajar itu harus tuntas dan harus bisa menguasai secara keseluruhan.

Tentunya, hal itu tidak bisa diwujudkan jika pembelajaran hanya terbatas di dalam kelas. “Kadang-kadang siswa juga harus belajar dengan teman, kakak kelas, atau siapa saja yang memiliki pengetahuan. Sehingga hal itu harus didukung dengan materi pengayaan oleh guru-guru, namun harus pula bisa diakses kapan saja. Apakah siang hari atau malam hari, yang jelas bisa diakses 24 jam,” bebernya.

Dari hasil pelatihan guru-guru tersebut, lanjutnya, diharapkan mereka ke depan bisa menjadi penggerak pengembangan kelas digital, khususnya di Soloraya.

“Solo ini menjadi salah satu daerah yang diharapkan bisa jadi piloting (percontohan) melihat potensinya yang cukup menjanjikan, sumber dayanya cukup memadai,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 6 Solo, Agung Wijayanto, menyebutkan ada 61 guru dari berbagai sekolah di Solo yang diikutsertakan dalam pelatihan. Dari SMA, ada lima SMA yang mengirimkan guru mereka, yakni SMAN 1, SMAN 5, SMAN 6, SMA Batik 1, dan SMA Regina Pacis.

solo digital class 2

“Masing-masing dari SMA tersebut mengirim sembilan guru. Sementara dari jenjang SMP, ada perwakilan guru dari SMPN 1 dan SMPN 4. Sedangkan dari jenjang SD, ada guru dari SD Cemara 2, SD Mangkubumen, SD Tirtoyoso, dan SD Bratan 3,” urainya.

Sementara itu, menurut Seksi Pendidikan Dasar (Dikdas) Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah, Putut Joko Wibowo, di Provinsi Jawa Tengah, kelas digital sudah diterapkan di Kota Semarang sejak 2015 lalu.
“Setelah Kota Semarang, program tersebut akan dicoba dikembangkan di tiga kota lainnya termasuk Kota Solo ini, Pekalongan, dan atau Pati,” kata Putut.

Sumber: Solopos

2295 Total Pengunjung 2 Pengunjung hari ini
prayitno
prayitno
IT Enthusiast, Dosen Teknik Informatika di Politeknik Negeri Semarang (POLINES), Mari Berkarya!!!

Comments are closed.